SEKALI BANJIR … TETAP BANJIR!

Beberapa minggu terakhir ini kita “diperkosa” untuk membaca berita tentang banjir. Mata kita “dipaksa” untuk menyaksikan tayangan televisi tentang hal yang satu ini. Meskipun kita tahu bahwa topik ini sudah menjadi salah satu bagian dalam perjalanan hidup kita di setiap musim penghujan, tak urung juga kita selalu dibuat jengah dan “sedikit” (baca: sangat) stress menghadapinya.

Demikian pula dengan orang-orang yang memunyai kekuasaan (baca: pemerintah). Setiap kado musim penghujan ini kita terima, mereka selalu mencari pembenaran bahwa banjir bukan sebagai suatu kesalahan, melainkan sebagai sebuah bencana yang mau tidak mau harus kita terima dengan ikhlas dan tangan terbuka.

Kabar terakhir datang dari kota metropolitan. Jakarta berubah bak lautan. Segala aktivitas lumpuh total. Daerah yang biasanya tak terkena banjir pun pada tahun ini mendapatkan giliran. Banjir memang tak pernah mengenal status atau golongan. Kalau mau datang, ya datang saja.

Sesak dada kita. Apakah ini benar-benar bencana ataukah sebagai suatu kebodohan kita terutama para pemegang kebijakan? Tentu kita akan sepakat bahwa ini sebagai suatu bencana tetapi bukan bencana alam melainkan bencana akibat kecerobohan dan ketololan kita.(Maaf, bahasanya agak kasar tetapi memang pantas ditujukan kepada kita yang memang benar-benar bodoh). Bodoh sebagai warga bangsa yang tak pernah jera melakukan berbagai aktivitas perusakan lingkungan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pemerintah harus segera mengambil suatu langkah kebijakan agar di tahun yang akan datang “bencana” ini enggan menyapa kembali atau paling tidak dapat diminimalisasi. Kita yakin bahwa sebenarnya pemerintah mampu mengatasinya apabila ada niat yang sungguh-sungguh.

Semoga kita semua segera tersadar akan segala kekhilafan ini. Semoga para pemegang kebijakan segera terbangun dari dunia awang-awang.

Satu hal yang mungkin tetap akan menjadi pertanyaan kita yang katanya bangga menjadi bagian dari Pertiwi ini. Mungkinkah itu?

WALLAHU’ALAM!

~ oleh yusbuset pada Februari 5, 2008.

Satu Tanggapan to “SEKALI BANJIR … TETAP BANJIR!”

  1. banjir Jakarta menunjukkan bahwa pemerintah tak mampu berbuat apa2 mengatasi hal ini. Kenapa? Karena pemerintah, khususnya Pemda DKI tidak beroriensai pada pencegahan melainkan terfokus pada penanggulangan bencana yang sangat memalukan ini. Memalukan karena banjir tersebut merupakan rutinitas yang terus-menerus berulang. Pemda selalu tiba masa tiba akal.
    Teruslah kritis dan berpikir merdeka….:)
    Salam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.