<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>X'Plo Plus Weblog</title>
	<atom:link href="http://yust69.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yust69.wordpress.com</link>
	<description>Perenungan, Pemikiran, dan Harapan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Feb 2008 05:01:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yust69.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>X'Plo Plus Weblog</title>
		<link>http://yust69.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yust69.wordpress.com/osd.xml" title="X&#039;Plo Plus Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yust69.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEKALI BANJIR … TETAP BANJIR!</title>
		<link>http://yust69.wordpress.com/2008/02/05/sekali-banjir-%e2%80%a6-tetap-banjir/</link>
		<comments>http://yust69.wordpress.com/2008/02/05/sekali-banjir-%e2%80%a6-tetap-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yusbuset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yust69.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu terakhir ini kita “diperkosa” untuk membaca berita tentang banjir. Mata kita “dipaksa” untuk menyaksikan tayangan televisi tentang hal yang satu ini. Meskipun kita tahu bahwa topik ini sudah menjadi salah satu bagian dalam perjalanan hidup kita di setiap musim penghujan, tak urung juga kita selalu dibuat jengah dan “sedikit” (baca: sangat) stress menghadapinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=6&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>            Beberapa minggu terakhir ini kita “diperkosa” untuk membaca berita tentang banjir. Mata kita “dipaksa” untuk menyaksikan tayangan televisi tentang hal yang satu ini. Meskipun kita tahu bahwa topik ini sudah menjadi salah satu bagian dalam perjalanan hidup kita di setiap musim penghujan, tak urung juga kita selalu dibuat jengah dan “sedikit” (baca: sangat) stress menghadapinya.<span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Demikian pula dengan orang-orang yang memunyai kekuasaan (baca: pemerintah). Setiap kado musim penghujan ini kita terima, mereka selalu mencari pembenaran bahwa banjir bukan sebagai suatu kesalahan, melainkan sebagai sebuah bencana yang mau tidak mau harus kita terima dengan ikhlas dan tangan terbuka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Kabar terakhir datang dari kota metropolitan. Jakarta berubah bak lautan. Segala aktivitas lumpuh total. Daerah yang biasanya tak terkena banjir pun pada tahun ini mendapatkan giliran. Banjir memang tak pernah mengenal status atau golongan. Kalau mau datang, ya datang saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sesak dada kita. Apakah ini benar-benar bencana ataukah sebagai suatu kebodohan kita terutama para pemegang kebijakan? Tentu kita akan sepakat bahwa ini sebagai suatu bencana tetapi bukan bencana alam melainkan bencana akibat kecerobohan dan ketololan kita.(Maaf, bahasanya agak kasar tetapi memang pantas ditujukan kepada kita yang memang benar-benar bodoh). Bodoh sebagai warga bangsa yang tak pernah jera melakukan berbagai aktivitas perusakan lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pemerintah harus segera mengambil suatu langkah kebijakan agar di tahun yang akan datang “bencana” ini enggan menyapa kembali atau paling tidak dapat diminimalisasi. Kita yakin bahwa sebenarnya pemerintah mampu mengatasinya apabila ada niat yang sungguh-sungguh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Semoga kita semua segera tersadar akan segala kekhilafan ini. Semoga para pemegang kebijakan segera terbangun dari dunia awang-awang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Satu hal yang mungkin tetap akan menjadi pertanyaan kita yang katanya bangga menjadi bagian dari Pertiwi ini. </span>Mungkinkah itu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">WALLAHU’ALAM!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yust69.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yust69.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yust69.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yust69.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=6&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yust69.wordpress.com/2008/02/05/sekali-banjir-%e2%80%a6-tetap-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9211298ebb0b6e670a6cab5c08ddba7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yusbuset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Senin&#8230; Hari Bahasa Jawa?</title>
		<link>http://yust69.wordpress.com/2008/01/31/hari-senin-hari-bahasa-jawa/</link>
		<comments>http://yust69.wordpress.com/2008/01/31/hari-senin-hari-bahasa-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 09:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yusbuset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yust69.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Membaca judul di atas mungkin akan menggelitik hati kita. Pastilah berkecamuk berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi yang merayap dan menghinggapi sanubari kita. Ada perasaan senang, ada perasaan bingung, ada perasaan ragu, dll. Satu hal yang mendasari tulisan ini adalah instruksi dari dinas terkait agar setiap hari Senin di lingkungan departemen di bawah Pemerintah Kota Surabaya menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=5&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>            Membaca judul di atas mungkin akan menggelitik hati kita. Pastilah berkecamuk berbagai pertanyaan yang bertubi-tubi yang merayap dan menghinggapi sanubari kita. Ada perasaan senang, ada perasaan bingung, ada perasaan ragu, dll.<span id="more-5"></span></p>
<p>Satu hal yang mendasari tulisan ini adalah instruksi dari dinas terkait agar setiap hari Senin di lingkungan departemen di bawah Pemerintah Kota Surabaya menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari. tentu saja hal ini bisa dilaksanakan dengan catatan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sebagai contoh, dalam pembelajaran di sekolah kita tidak mungkin mengajarkan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan bahasa Jawa. Sungguh aneh dan lucu bila hal itu kita lakukan. Yang dimaksudkan di sini  tentu saja   bila kita hendak berkomunikasi dengan teman atau relasi dalam konteks yang tidak resmi.</p>
<p>Terlepas dari permasalahan tersebut di atas kiranya kita perlu memberikan apresiasi kepada pembuat kebijakan tentang hal ini. Kita tentu saja tidak menginginkan bahasa Jawa menjadi &#8220;bahasa asing&#8221; di negerinya sendiri. Kita tidak pernah mau bermimpi untuk  mempelajari bahasa Jawa dari orang asing yang <i>note bene </i>bukan orang Jawa.</p>
<p>namun, kita perlu menggarisbawahi sebuah pertanyaan ini. Bahasa Jawa yang bagaimanakah atau dialek manakah yang harus kita gunakan dalam komunikasi kita nanti? Apakah Bahasa Jawa dialek Suroboyo atau dialek Solo dan Yogya? Tentu kita sudah mafhum bahwa bahasa Jawa dialek Suroboyo memang cenderung lebih kasar dibandingkan dialek Solo dan Yogya. Apalagi bahasa Jawa versi sebuah stasiun televisi Surabaya yang sering kita dengar lewat program Pojok Kampung.</p>
<p>Menurut hemat saya, sebaiknya kita perlu lebih hati-hati dalam menggunakan bahasa Jawa ini agar generasi muda(baca:anak-anak) tidak begitu saja menerima, mencerap, dan menirukan  setiap kosakata  bahasa Jawa itu. Kita harus memproteksi mana kosakata yang baik dan pantas ita ucapkan dan mana koskata yang kurang baik untuk kita ucapkan.</p>
<p>Akhirnya kita kembalikan semuanya pada nurani kita masing-masing. Sanggupkah kita menjaga, memupuk, dan melestarikan salah satu budaya adi luhung bangsa ini ataukah akan kita biarkan punah seiiring dengan derasnya laju globalisasi?</p>
<p>Semoga kita lebih berpikiran jernih dalam menanggapinya. AMIN!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yust69.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yust69.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yust69.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yust69.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=5&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yust69.wordpress.com/2008/01/31/hari-senin-hari-bahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9211298ebb0b6e670a6cab5c08ddba7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yusbuset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sulitkah Menggunakan Kalimat Efektif?</title>
		<link>http://yust69.wordpress.com/2008/01/22/sulitkah-menggunakan-kalimat-efektif/</link>
		<comments>http://yust69.wordpress.com/2008/01/22/sulitkah-menggunakan-kalimat-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 06:47:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yusbuset</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yust69.wordpress.com/2008/01/22/sulitkah-menggunakan-kalimat-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan pada judul di atas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijawab. Bagi sebagian besar orang tentu akan apriori dengan pertanyaan tersebut. Apa manfaatnya bila kita menggunakan kalimat efektif dan apa ruginya bila tidak? Yang penting, bagi mereka, informasi yang hendak disampaikan dapat diterima oleh orang lain. Begitu pula informasi dari orang lain dapat dipahami dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=3&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Pertanyaan pada judul di atas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijawab. Bagi sebagian besar orang tentu akan apriori dengan pertanyaan tersebut. Apa manfaatnya bila kita menggunakan kalimat efektif dan apa ruginya bila tidak? Yang penting, bagi mereka, informasi yang hendak disampaikan dapat diterima oleh orang lain. Begitu pula informasi dari orang lain dapat dipahami dengan baik tanpa pernah memedulikan apakah kalimat yang dipakai dalam berkomunikasi itu efektif atau tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">“Penyakit” seperti tersebut di atas tidak hanya mewabah di kalangan masyarakat tak terpelajar, tetapi juga telah merasuki sebagian besar kaum yang mengatasnamakan dirinya sebagai kaum terpelajar, kaum intelektual. Bahkan berdasarkan pengamatan langsung penulis ketika sedang bercakap-cakap dengan teman sejawat, para guru (baca: guru Bahasa Indonesia) sering “masa bodoh” dengan masalah ini.<span>  </span>Mereka membiarkan berbagai kesalahan berbahasa terjadi di depan mata mereka. Tidak ada upaya langsung dan cepat tanggap untuk segera membenahi kesalahan-kesalahan tersebut. Haruskah sikap dan apriori itu dibiarkan menjamur dan tumbuh subur bak rumput ilalang di musim hujan? Tentu saja tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span id="more-3"></span>Kita sebagai bangsa Indonesia sudah sepantasnya merasa bangga karena memiliki bahasa Indonesia yang sangat kita cintai ini. Bahasa Indonesia yang telah mampu mempersatukan berbagai perbedaan suku dan keanekaragaman budaya Indonesia. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila kita merasa malu jika belum mampu menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar. Sanggupkah kita menerima <i>stigma</i> dari bangsa asing bahwa kita sebagai bangsa yang bodoh, bangsa yang tak pernah menghargai bahasanya sendiri? Sekali lagi jawabnya tentu tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Agar kita tidak mendapatkan stempel seperti tersebut di atas, pada kesempatan ini penulis ingin menyoroti berbagai kesalahan berbahasa, khususnya tentang ketidakefektifan kalimat. Hal ini menjadi penting karena kalimat yang tidak efektif akan berpengaruh pada keakuratan informasi yang akan kita sampaikan atau kita cerap. Dengan mengetahui kesalahannya kita mencoba untuk membenahinya sedikit demi sedikit. Perhatikan contoh di bawah ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(1)<span>     </span>Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(2)<span>     </span>Bagi yang merasa kehilangan harap segera mengambilnya di ruang guru.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(3)<span>     </span>Dalam pertemuan itu menghasilkan keputusan yang memuaskan semua pihak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(4)<span>     </span>Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(5)<span>     </span>Dia sedang belajar matematika di kamar kemudian dijawabnya semua soal latihan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(6)<span>     </span>Ayahnya mengajar Bahasa Indonesia di SMA Negeri 11 Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(7)<span>     </span>Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(8)<span>     </span>Waktu dan tempat saya persilakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(9)<span>     </span>Untuk mempersingkat waktu, ….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(10)<span>   </span>Bunga-bunga mawar, melati, dan kenanga sangat disukainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(11)<span>   </span>Apel, mangga, dan durian adalah buah-buahan yang sangat enak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(12)<span>   </span>Silakan Saudara maju ke depan!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(13)<span>   </span>Bajunya berwarna merah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(14)<span>   </span>Jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(15)<span>   </span>Meskipun hidupnya menderita, akan tetapi ia tidak pernah mengeluh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sebelum kita bahas kalimat<span>  </span>tersebut di atas satu per satu, terlebih dahulu kita harus memahami bagaimana menggunakan kalimat efektif itu. Ada beberapa hal untuk menentukan apakah suatu kalimat bisa dikatakan sebagai kalimat efektif atau bukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><b><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></b><!--[endif]--><b>Kesatuan Gagasan</b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kalimat efektif harus memiliki kesatuan gagasan dan mengandung satu ide pokok (satu pengertian lengkap). Kalimat dikatakan memiliki kesatuan gagasan jika memiliki subjek, predikat<span>  </span>dan fungsi-fungsi kalimat lainnya saling mendukung dan membentuk kesatuan tunggal. Dengan demikian, kalimat haruslah mengandung unsur subjek dan predikat sebagai unsur inti sebuah kalimat. Kehadiran unsur-unsur lain (objek, pelengkap, ataupun keterangan) hanyalah sebagai tambahan bagi unsur inti.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:200%;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><b><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></b><!--[endif]--><b>Kesejajaran (Paralel)</b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kalimat efektif harus memiliki kesejajaran (keparalelan). Yang dimaksud dengan kesejajaran adalah penggunaan bentukan kata atau frasa berimbuhan yang memiliki kesamaan (kesejajaran) baik dalam fungsi maupun bentuknya. Jika bagian kalimat itu menggunakan verba berimbuhan <i>di</i>-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan <i>di</i>- lagi. Jika bagian kalimat itu menggunakan verba berimbuhan <i>meng</i>-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan <i>meng</i>- lagi. Begitu pula dengan verba berimbuhan yang lainnya juga harus mengikuti kaidah tersebut di atas. Satu bagian kalimat berupa verba aktif, bagian kalimat yang lain juga harus berupa verba aktif. Demikian pula halnya jika satu bagian merupakan verba pasif, bagian lainnya pun harus merupakan verba pasif.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><b><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></b><!--[endif]--><b>Kelogisan</b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kalimat efektif harus mudah dipahami. Unsur-unsur pembentuknya harus memiliki hubungan yang logis atau dapat diterima oleh akal sehat. Susunan kalimat dianggap logis apabila kalimat itu mengandung makna yang bisa diterima akal dan bermakna sesuai dengan kaidah-kaidah nalar secara umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><b><span>d.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></b><!--[endif]--><b>Kehematan</b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Setiap kata haruslah memiliki fungsi yang jelas dan tidak boleh menggunakan kata yang berlebihan. Penggunaan kata yang berlebihan justru akan mengaburkan dan memperlemah maksud kalimat itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Setelah kita mengetahui beberapa prinsip pembentukan kalimat efektif, ada baiknya kita mulai memahami mengapa kalimat nomor 1 sampai dengan nomor 15 bukan merupakan kalimat efektif.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>(1)<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span><!--[endif]-->Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>(2)<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span><!--[endif]-->Bagi yang merasa kehilangan harap segera mengambilnya di ruang guru.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>(3)<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span><!--[endif]-->Dalam pertemuan itu menghasilkan keputusan yang memuaskan semua pihak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:200%;">Kalimat (1) s.d (3) di atas tidak memiliki kelengkapan fungsi kalimat. Jika kita analisis, kalimat (1) <i>di dalam keputusan itu</i> (keterangan), <i>merupakan</i> (predikat), <i>kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum</i> (pelengkap). Dengan demikian kalimat ini bukanlah kalimat yang efektif karena tidak memiliki kesatuan gagasan. Fungsi subjek tidak hadir dalam kalimat (1) ini. Agar menjadi kalimat efektif, fungsi subjek harus dihadirkan dengan cara menghilangkan kata <i>di dalam</i>. Dengan demikian kalimat (1) menjadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(1a)<span>   </span>Keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:200%;"><span>                  </span>Demikian pula untuk kalimat (2) dan (3), fungsi subjek harus dihadirkan dengan cara menghilangkan kata <i>bagi </i>untuk kalimat (2), dan kata <i>dalam </i>untuk kalimat (3), sehingga kalimat tersebut akan menjadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(2a)<span>   </span>Yang merasa kehilangan harap segera mengambilnya di ruang guru.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(3a) <span>  </span>Pertemuan itu menghasilkan keputusan yang memuaskan semua pihak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Dari pembahasan tersebut di atas jelaslah bahwa menggunakan kalimat efektif harus memperhatikan kelengkapan fungsi-fungsi kalimatnya. Paling tidak, fungsi subjek dan predikat dalam sebuah kalimat harus dihadirkan. Fungsi subjek dan predikat merupakan unsur inti sebuah kalimat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Perhatikan kembali kalimat (4), (5), dan (6) di atas. Sepintas kalimat tersebut tidak ada permasalahan. Namun, apabila kita cermati ternyata kalimat-kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antarunsur pembentuknya. Dalam kalimat (4) verba <i>menolong </i>merupakan verba aktif berafiks <i>meng</i>-, sedangkan <i>dipapahnya </i>merupakan verba pasif berafiks <i>di</i>-. Begitu pula dengan kalimat (5), verba <i>belajar</i> merupakan verba aktif berafiks <i>ber</i>- sedangkan verba <i>dijawabnya</i> merupakan verba pasif berafiks <i>di</i>-. Verba pertama dan kedua dalam kalimat di atas tidak sejajar. Agar kalimat (4) dan (5) tersebut efektif, bentuk verbanya harus diubah sehingga menjadi verba yang sejajar. Verba tersebut boleh dijadikan verba aktif maupun pasif. Dengan demikian, kalimat (4) dan (5) akan menjadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(4a) <span>  </span>Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(4b) <span>  </span>Anak itu ditolong (oleh) kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(5a)<span>   </span>Dia sedang belajar matematika di kamar kemudian menjawab semua soal latihan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(5b)<span>   </span>Matematika sedang dipelajarinya di kamar kemudian dijawabnya semua soal itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:200%;">Sekarang kita perhatikan kalimat (6), (7), (8), dan (9). Kalimat-kalimat tersebut sepintas tidak bermasalah. Namun, apabila kita perhatikan ternyata kalimat-kalimat ini tidak bisa diterima oleh akal sehat (tidak masuk akal). Pada kalimat (6), <i>Bahasa Indonesia</i> bukanlah benda hidup yang bisa diajar. Kalimat (7) juga tidak jauh berbeda. Dalam menulis surat kita berhadapan dengan orang yang akan membaca surat tersebut. Artinya kita berhadapan dengan orang kedua. Namun, kalimat (7) ternyata menggunakan kata ganti orang ketiga <i>nya (dia)</i> yang notabene tidak hadir dalam komunikasi tersebut. Alangkah konyolnya jika kita berbicara dengan orang kedua tetapi menggunakan bentuk orang ketiga. Demikian pula untuk kalimat (8). Siapa yang dipersilakan? Orang atau waktu dan tempat? Tentu saja yang dimaksudkan adalah orangnya bukan waktu dan tempatnya. Dari sudut pandang ini saja kalimat (8) tidak bisa dikatakan sebagai kalimat yang masuk akal. Hal it juga terjadi pada kalimat (9). Siapa yang bisa mempersingkat waktu? Kita semua diberi waktu yang sama dalam sehari, yaitu 24 jam. Kalimat ini perlu diubah agar maknanya menjadi jelas. Dengan demikian kalimat (6), (7), (8), dan (9) seharusnya diubah menjadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(6a)<span>   </span>Ayahnya mengajarkan Bahasa Indonesia di SMA Negeri 11 Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(7a)<span>   </span>Atas perhatian Anda/ Saudara/ Bapak/ Ibu, saya ucapkan terima kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span>         </span>Perlu diperhatikan untuk kalimat (7a), pemakaian kata <i>ucapkan</i> digunakan ketika kita sedang berkomunikasi secara lisan. Tetapi, jika dalam bahasa tulis kita gunakan kata <i>sampaikan</i>. Mengapa demikian, karena bahasa tulis tidak bisa berucap. Yang bisa berucap adalah ketika kita berbahasa lisan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(8a)<span>   </span>Yang terhormat … saya/ kami persilakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:200%;">(9a)<span>   </span>Agar pembicaraan kita tidak terlalu lama ….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sekarang kita perhatikan kalimat (10) s.d. (14). Penggunaan bentuk ulang pada kalimat (10) <i>bunga-bunga</i> dan (11) <i>buah-buahan</i> tidak efektif karena pemeriannya sudah menyatakan majemuk sehingga seharusnya kita tidak menggunakan bentuk ulang. Kalimat (12) juga tidak efektif. Penggunaan frasa <i>maju ke depan</i> dalam kalimat ini seharusnya tidak berlebihan seperti itu. Bukankah <i>maju</i> selalu <i>ke</i> <i>depan</i>? Contoh lain yang seperti ini misalnya: <i>mundur ke belakang, naik ke atas, turun ke bawah.</i> Kalimat (13) juga mengandung kata yang tidak hemat pengunaannya. <i>Merah </i>sudah menyatakan suatu warna sehingga pemakaian kata <i>warna </i>seharusnya dihindari jika kita ingin menyebutkan suatu warna. Ketidakefektifan kalimat (14) dan (15) tampak pada pengunaan konjungsi yang berlebihan. Penggunaan konjungsi <i>jika … maka</i>, atau <i>meskipun … akan tetapi</i> tidak hemat. Seharusnya jika kita sudah menggunakan konjungsi <i>jika</i> untuk digunakan dalam suatu klausa, kita tidak perlu menambah dengan kata <i>maka</i> untuk dirangkaikan dengan klausa berikutnya. Demikian pula dengan konjungsi meskipun … akan tetapi …. Dengan demikian kalimat (10) s.d. (15) seharusnya diubah menjadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(10a)<span> </span><span>   </span>Bunga mawar, melati, dan kenanga sangat disukainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(11a) <span>   </span>Apel, mangga, dan durian adalah buah yang sangat enak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(12a)<span> </span><span>   </span>Silakan Saudara maju!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;">(13a)<span> </span><span>   </span>Bajunya merah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:200%;">(14a)<span>    </span>Jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh, kita akan mendapatkan hasil yang maksimal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:200%;">(14b)<span>    </span>Kita akan mendapatkan hasil yang maksimal jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:200%;">(15a)<span>    </span>Meskipun hidupnya menderita, ia tidak pernah mengeluh.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;line-height:200%;">(15b)<span>    </span>Ia tidak pernah mengeluh meskipun hidupnya menderita.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span>            </span>Perhatikan kalimat (14a) dan (14b), (15a) dan (15b) di atas. Jika anak kalimat mendahului induk kalimat, diberi tanda koma (,) di antaranya. Tetapi, jika induk kalimat berada di depan, tidak perlu diberi tanda koma (,). Masih banyak contoh lain yang seperti ini. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menggunakan konjungsi-konjungsi semacam ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:200%;"><span>            </span>Demikianlah pembahasan singkat tentang kalimat efektif. Judul makalah ini merupakan kalimat tanya. Sudahkah kita mampu menjawabnya? Apakah kita tetap akan menjawab sulit atau mudah? Semua bergantung pada kita sebagai pembelajar bahasa. Apakah kita akan selalu mempertahankan bentuk kalimat yang tidak efektif atau akan mengubahnya. Menurut hemat penulis, sebaiknya kita mulai dari sekarang selalu mencoba menggunakan kalimat efektif. Siapa lagi yang akan mencintai bahasa Indonesia selain kita sendiri sebagai warga bangsa ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yust69.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yust69.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yust69.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yust69.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yust69.wordpress.com&amp;blog=2583543&amp;post=3&amp;subd=yust69&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yust69.wordpress.com/2008/01/22/sulitkah-menggunakan-kalimat-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9211298ebb0b6e670a6cab5c08ddba7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yusbuset</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
